advertising image

Tertarik Buka Percetakan? 🔥

Temukan Berbagai Alat Usaha Untuk Percetakan Skala Kecil hingga Besar di Sini!

Beli Sekarang
  • Beranda
  • @adit.lab

Momen Ketika Bos/ Senior Gen-Z Ngajarin Cara Handle Klien Toxic

Januari 01, 2026
0 menit baca

 Sukoharjo, JIAARA ID - Bayangkan kita sedang mengerjakan sesuatu sambil mendengarkan musik dengan earbuds, lalu melihat ekspresi karyawan atau juniormu mulai gemetar atau geram karena menghadapi klien yang mengirim chat di luar jam kerja dengan nada menuntut.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Adhitya R. | Fulltime Graphic Designer (@adit.lab)

Ini Opini saya (tidak mewakili Gen-Z manapun), Jika saya sebagai owner atau senior, tugas pertama yang harus saya lakukan adalah mengajarkan seni menghadapi orang bebal dengan elegan.

katakanlah kepada mereka bahwa kalau klien mulai melakukan gaslighting soal deadline yang mereka buat sendiri, jangan dibalas dengan emosi.

Kalau mereka toxic, anggap saja itu kebisingan latar belakang. Jangan biarkan suasana hati hancur hanya karena seseorang di sana tidak tahu cara berkomunikasi dengan manusia secara beradab.

Profesionalisme bukan berarti menjadi keset kaki yang bisa diinjak-injak. Kita bekerja untuk mencari nafkah, bukan untuk mencari penyakit mental karena ulah orang lain. Jika klien mulai menunjukkan perilaku tidak sehat, cukup berikan batasan yang jelas, sampaikan fakta secara objektif seperti aturan yang sudah diterapkan oleh kantor sejak lama yaitu hanya melayani sesuai jam operasional atau aturan lain yang tidak dapat memaksakan pekerjaan.

Lalu, kembali fokus pada prioritas. Tidak perlu mencari validasi dari orang yang bahkan tidak paham apa yang mereka inginkan sendiri.

Di balik gaya santai ini, ada keunggulan Gen-Z yang sering disalahpahami. Kekuatan (kami/kita) terletak pada kejujuran emosional dan keberanian menetapkan batasan yang sehat. Kita bukan generasi lemah, melainkan generasi yang sadar akan harga diri di tengah dunia kerja yang sering kali tidak manusiawi. Sifat kritis kita terhadap budaya kerja yang beracun sebenarnya adalah bentuk evolusi profesionalisme. Kita membawa empati ke meja kerja, namun tetap tegas bahwa setiap manusia layak dihormati. Integritas diri jauh lebih berharga daripada sekadar menyenangkan klien yang tidak menghargai sesama manusia.


Baca Juga:
Artikel Terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar
Batal
Safefileku
i Iklan produk Shopee
Softcase HP Keren Softcase HP Lucu Gorden dan Sprei Sepatu Sandal
i Iklan produk Shopee
Obat Herbal Perabotan Rumah Tangga Perabotan Rumah Tangga Tas Gendong Bayi
DomaiNesia
Label
  • @adit.lab
  • @jiaara
  • Tutorial
  • aset digital
  • gratis
  • jasa
  • produk
  • produk digital
  • template
  • tips
  • video
DomaiNesia
DomaiNesia
  • Beranda
  • Blog @jiaara
  • Blog @adit.lab
  • Pesan (Order)
  • Tentang Kami
  • Sitemap
© 2016-2026 JIAARA.ID by Adhitya Ramadhan